Jangan jadi matahari. Karena aku bukan bumi yang hanya bisa memutarimu dengan jarak tertentu tanpa berani mendekat. Tolong jadi pantai. Agar aku bisa jadi ombak dan menyambangimu.
Malam ini dingin. Ingin tidur memeluk harapan tapi kenyataan seringkali tak punya perasaan.
Orang jalannya sama kamu. Gandengannya sama kamu. Masa jodohnya sama aku.
Aku hanya ingin hidup. Karena mati menghilangkan kesempatanku melihatmu lagi.
“Kemarin kamu bikin aku bingung dengan bagaimana bisa aku mulai mencintai kamu. Hari ini kamu bikin aku bingung dengan bagaimana bisa aku berhenti mencintai kamu. Besok kamu mau bikin aku bingung dengan apa lagi?” -A Husband to His Wife-.
Sebagai wanita yang menjadi rusuk seorang pria, aku ingin ditemukan oleh hati. Jangan dengan mata, jangan dengan otak. Dengan hati. Hanya itu.
This GOTD is his quote.
Wanita yang selalu membutuhkan gue atau meminta gue melakukan ini itu bukan berarti dia cacat atau nggak mandiri, G. Tapi karena dia mau gue tau apa yang dia inginkan dan apa yang sedang ingin dia perbuat. -His-
Yeah, what so ever.
‘I wish nothing but the best for you’, kadang, kalimat itu menusuk diri sendiri pas gue ucapin. Somehow, karena kadang gue merasa ‘I’m not the best for you. Sorry’
Dan mewek.
Jangan sakit. Nanti kalo kamu sakit aku yang lebih sakit.
Mencintai seseorang sampai titik merentankan hati sendiri adalah cinta tanpa balas terindah yang bisa ada.
Maksudnya adalah saat kita mencintai seseorang, yang paling mungkin melukai perasaan kita adalah orang yang kita cintai itu. Dan ketika kita tahu pun, kita mengambil risiko itu tanpa banyak menawar.
Jangan pernah lelah menunggu, lelahlah untuk mencari alasan berhenti menunggu.
I don’t mind what other people said. I do mind what you said.
Jangan pernah merasa kau bertanggung jawab atas segala sesuatu di dunia ini, karena sejatinya tanggungjawabmu hanya satu, aku.
*muntaaaah
Tidak galau saat mencintai itu hampir mustahil. Karena justru perasaan tidak menentu itu yang membuatmu sadar akan eksistensi cinta dihatimu.